Kamis, 30 Oktober 2014

Dari Mana Angka Itu?



Dalam melakukan suatu perencanaan kita harus mencari informasi sebanyak mungkin yang terkait dengan apa yang akan kita rencanakan, kita jadikan bahan pertimbangan segala informasi yang telah kita peroleh, kita analisis, yang tentunya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap tepat dan tidaknya perencanaan yang kita buat.
Terkait dengan proses perencanaan, saya tertarik dengan Perpres 54 Tahun 2010 yang diubah terakhir dengan Perpres 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, khususnya tentang pembuatan Harga Perkiraan Sendiri  atau HPS yang masuk dalam perencanaan suatu pengadaan barang/jasa pemerintah. Dalam pasal 66 ayat (7) dalam perpres tersebut disebutkan cara untuk penyusunan HPS yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu komponen tersebut adalah harga pasar setempat yaitu harga barang/jasa dilokasi barang/jasa diproduksi/diserahkan/dilaksanakan, menjelang dilaksanakannya Pengadaan Barang/Jasa. Bila kita cermati HPS yang telah dibuat oleh panitia pengadaan barang/jasa pemerintah hampir sebagian besar harga yang tertera dalam HPS tersebut selisihnya terlalu jauh dengan harga barang/jasa pasar setempat. Tentunya hal ini menjadi sebuah pertanyaan bagi kita, mengapa hal ini bisa terjadi?.
Beberapa faktor yang kemungkinan menjadi penyebabnya adalah subjek yang menyusun HPS tersebut kurang berkompeten atau terjadi “main-main” dalam penyusunan HPS tersebut. Kemudian dari sisi peraturan sendiri memang kurang memadai dalam mencegah penyimpangan tersebut. 
 Berangkat dari penyebab yang ada maka manjadi tugas pemerintah untuk dapat menghilangkan penyebab-penyebat tersebut sehinga apa yang diinginkan bisa tercapai. Bila kita lihat penyebab yang ada dapat kita bagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Tentunya yang perlu dibenahi terlebih dahulu adalah untuk penyebab yang berasal dari faktor internal yaitu terkait kurang memadainya peraturan tersebut dalam mencegah penyimpangan. Sehingga perlu adanya revisi peraturan tersebut untuk menyempurnakan kekurangan yang ada.

2 komentar: